Jam saat itu menunjukkan pukul 6 pagi. Oh, aku masih terjaga. Aku gak tau mau ngerjain apa. Aku sedang duduk di depan komputer di kamarku. Memandangi Yahoo! Messenger yang semua daftar kontaknya berstatus I'm on SMS atau I'm Mobile. Kenapa mereka semua gak ada yang insomnia seperti aku ini? Kasian mereka.
Jam saat itu menunjukkan pukul 6.30 pagi. Oh, aku masih terjaga. Aku masih gak tau mau ngerjain apa. Tiduran sambil nonton berita olahraga di TV. Walaupun beritanya udah ku tau beberapa jam sebelumnya dari internet tapi tak apa lah. Ini ada gambarnya. Nonton infotainment juga biar gak ketinggalan gosip terbaru.
Jam saat itu menunjukkan pukul 7 pagi. Oh, aku masih terjaga. Aku harus tau mau ngerjain apa. Alarm di HP ku berbunyi. Hmm, sudah saatnya tidur. Memang iya begitu, alarm bukan untuk membangunkan tapi untuk mengingatkanku supaya segera tidur. Oh, duniaku sudah terbalik rupanya. Biarlah.
Tapi aku belum ingin tidur. Aku harus memanfaatkan waktu yang gak akan kembali lagi untuk hal-hal yang berguna. HP di tangan, pulsa sedang banyak, saatnya beraksi. HP kubuat biar memanggil nomor HP temanku
Nain. Pastilah dia masih tidur. HP nya gak diangkat. Baguuussss. Anda didaulat menjadi korban pagi ini.
HP kubuat lagi memanggil teman yang lain. Temanku si
Putri. Pasti dia sudah bangun. Benar saja, telpon diangkat.
"Halo"
"Halo Put."
"Tumben pagi-pagi dah nelpon?"
"Hehe.. Eh Put, liat Nain gak?"
"Nggak. Napa?"
"Kutelpon ke HP nya tapi gak diangkat. Kemana ya anak itu?"
"Loh? Ada apa rupanya?"
"Eh udah dulu Put, aku mau nelpon yang lain."
Klik. Pembicaraan terputus.
HP kubuat lagi memanggil teman yang lain. Temanku si Budi. Si Budi yang sedang ada di Siantar.
"Halo"
"Halo Bud."
"Napa Rud?"
"Liat Nain gak?"
"Nggak. Napa?"
"HP nya gak aktif terus. Kemana ya anak itu?"
"Gak tau. Kenapa rupanya?"
"Eh udah dulu Bud."
Klik. Pembicaraan terputus.
HP kubuat lagi memanggil teman yang lain. Temanku si Gunawan. Si Gunawan yang sedang ada di Jakarta.
"Halo"
"Halo Gun. Ada liat Nain gak?"
"Gila kau. Aku aja di Jakarta, cemana bisa kuliat si Nain itu."
"OK lah kalo gitu. Udah dulu ya Gun."
"Ada apa?"
Klik. Pembicaraan terputus.
HP kubuat lagi memanggil teman yang lain. Temanku si Anto. Dia pasti gak kenal Nain.
"Halo"
"Halo To. Ada liat Nain gak?"
"Nain siapa?"
"Gak kenal kau ya? Ya udah lah."
Klik. Pembicaraan terputus.
Nelpon siapa lagi ya? Oh iya, nelpon ke rumah uwaknya saja.
"Halo"
"Halo Selamat Pagi. Bisa bicara dengan Zulkarnain?"
"Ini siapa?"
"Dari teman kuliahnya dulu. Nain ada?"
"Oh belum datang. Ada pesan?"
"Makasih ya."
Klik. Pembicaraan terputus.
Oh Nain, aku gak tau apa yang akan terjadi nanti. Tapi yang pasti setelah itu HP kumatikan biar gak ada yang bisa menghubungiku. Karena aku langsung ingin tidur. Tidur dengan senyuman. Senyum yang penuh dengan kepuasan.
Aku terbangun jam 2 siang. Online sebentar untuk menyapa teman-temanku di YM. Teman-temanku yang tadi pagi mungkin tertidur di
Mobile atau sedang kurang kerjaan
SMS-an sampai pagi. Sekedar
say hello saja ke mereka lalu diam. Biar mereka pikir aku ini sedang sibuk.
Bagaimana nasib si Nain ya? Aku harus ketemu dia. Segera aku ke rumah uwaknya, pasti dia sedang disana. Betul saja, dia sedang duduk di depan sambil senyum-senyum melihat kedatanganku.
"Woi, kau tadi pagi ngapain?"
"Tidur."
"Alaaaahh, kau nelpon kawan-kawan kan?"
"Iya. Kenapa?"
"Gila kau Rud, dipikir mereka aku kenapa-kenapa. Semua nelpon aku." Kenapa-kenapa itu maksudnya sedang dalam masalah dan sejenisnya gitu lah.
"Kan bagus, berarti mereka masih menyimpan nomor HP mu."
"Hehehe."
"Eh aku cabut dulu ya, mau berkelana."
Nain, harusnya kau bahagia saat itu. Harusnya kau sadar kalau kawan-kawanmu masih peduli samamu. Kecuali si Anto. Bahagialah kau masih punya teman-teman yang kuatir saat kau dalam masalah. Walaupun itu cuma masalah fiktif. Oh ya, sampaikan maafku pada uwakmu.